Minggu, 23 November 2014

Diamku adalah Doa

Entahlah saya harus mengatakan apalagi....
Terlalu panjang jalan yang kita lalui,
terlalu berliku jalur yang kita tempuh
dan semakin banyak godaan dan buaian yang menghampirimu...
sampai-sampai aku tidak bisa mengenalimu

Aku hanya bisa menatap awan hitam menjelang senja...
yang semakin menghitam dan menjadi hujan...
dingin hatimu, beku rasa dan dirimu pun semakin terlena oleh buaian Hidup
Mimpi-mimpi yang terbangun kau hancurkan
dan kamu semakin berjalan menjauh...
sampai aku tidak mengenali bayangmu

Aku Hanya bisa diam
ingin kukatakan sesuatu, ingin kubisikan dihatimu....
Tapi aku tidak percaya diri,
Apakah kau masih seperti yang aku kenali, berkata tanpa beban dan merajut asa bersama
karena aku tahu, kamu semakin terlena dalam hiruk-pikuk hidup

Kuingin katakan pada angin malam dan berharap ia bisa membawah pesan untukmu
tapi Angin pun tidak kuasa, kamu semakin jauh....
Kini mimpi kita, hanya seteguk mimpi tanpa pelangi.
Tuhan-pun dibuat Tak berdaya, Dia Hanya diam dan terbujur kaku melihat kita.

Aku membaca kembali tulisanmu yang masih tersimpan rapi menemaniku
Kau Katakan "Aku Ingin berdiri bersamamu diatas Gunung, Aku Ingin Mandi bersamamu di laut,
aku ingin berbaring seperti ini selamanya sampai langit menimpaku"

Dan kini
Aku hanya bisa diam
Diam bukan berarti aku melupakanmu
Diamku adalah doa...
Semoga dirimu kembali, seperti yang aku kenali dulu..
berbaring sampai langit jatuh menimpa kita.

*Cervino*