Selasa, 01 November 2011

Abdullah Al Kudus: Menghijaukan Gunung Lemongan

Abdullah Al Kudus: Menghijaukan Gunung Lemongan Abdullah Al Kudus berbicara dengan tenang. "Saya pengangguran secara ekonomi," kata warga Desa Klakah, Kecamatan Klakah, Lumajang, Jawa Timur, ini. Meski pengangguran, pria kelahiran 1974 ini sangat sibuk. Kegiatannya seabrek. Salah satunya, bersama Laskar Hijau, yang dia bentuk tiga tahun lalu, ia melakukan konservasi Gunung Lemongan di Lumajang. Dan kegiatan tersebut membuatnya mendapat penghargaan Satu Indonesia Award yang diselenggarakan Astra International dan didukung Tempo Institute tahun lalu. Mimpinya adalah Gunung Lemongan kembali hijau. Di gunung ini terdapat sekitar 6.000 hektare yang berkategori kritis. Dampaknya, ketersediaan air di sembilan danau yang ada di sekitarnya menurun. Selain itu, bencana tanah longsor dan banjir mengancam warga sekitar. Banyak tantangan dia hadapi dalam proyek tersebut. Misalnya saja, selama musim kemarau beberapa bulan terakhir ini, lahan konservasi seluas sekitar 100 hektare yang baru ditanami musnah terbakar. Namun ia dan Laskar Hijaunya tak putus semangat. "Ya, kami tanami kembali," katanya. Selain itu, kesadaran masyarakat yang masih rendah tentang lingkungan menjadi tantangannya. Banyak masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar. Ada pula yang masih melakukan pembalakan liar. Namun ia tak menyalahkan warga karena mereka masih dililit problem ekonomi. Namun ia dan Laskar Hijau tak lelah berkampanye kepada warga. Hasilnya positif. Warga mulai bisa diajak bekerja sama dalam pembibitan tanaman. "Saat ini kami tidak pernah kekurangan bibit. Malah tenaganya yang kurang," ujarnya. Bibit yang ditanam di lahan konservasi itu pun merupakan swadaya masyarakat. Hingga kini, belum semua lahan kembali hijau. Jalan masih sangat panjang bagi Abdullah dan tim Laskar Hijaunya. "Setidaknya perlu 20 tahun," ucapnya. Sebelumnya, ia bersama masyarakat sekitar Ranu (Danau) Lemongan dan siswa Sekolah Rakyat Merdeka, yang dia didirikan, telah berhasil menghijaukan kawasan mereka. Kawasan tersebut rusak akibat pembalakan liar yang merebak pada 1998-2002. Namun kegiatan Abdullah tak hanya di sektor lingkungan. Bapak tiga anak ini juga memiliki seabrek kegiatan lain, dari sosial hingga budaya, termasuk mendirikan Solidaritas Buruh Migran Indonesia. Abdullah Al Kudus bukan sekadar seorang pengangguran. DAVID PRIYASIDHARTA Koran Tempo, 30 Oktober 2011 korantempo.com ---------------------------------------------------------------- This message was sent using IMP, the Internet Messaging Program.

Tidak ada komentar: